Kamis, 13 Oktober 2016

Hermawan Kertajaya: Trend Marketing 2016 adalah O2O

 Menurut CEO and Founder MarkPlus Hermawan Kertajaya, trend di 2016 adalah kolaborasi strategi antara offline to online dan online to offline serta jangan takut dengan invasi asing ke pasar Indonesia baik service maupun produk.
Hermawan mengingatkan tentang perubahan customer path di era konektivitas seperti sekarang ini. Ini yang disebut dengan 5A, yakni Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate. Untuk sampai pada advokasi, Hermawan mengatakan pemasar harus memahami online-offlinestyle-substance, serta machine-to-machine (M2M) denganhuman-to-human (H2H).
Menurutnya, bentuk pemasaran online tidak bakal menggantikan offline. Sebaliknya, offline akan menjadikan relasi online semakin intim. Sementara itu, agar menarik, perusahaan harus memiliki style. Tetapi, style saja tidaklah cukup. Yang lebih penting adalah substance, apalagi masyarakat konsumen saat ini sudah makin cerdas berkat konektivitas. Case study paling mutakhir adalah bagaimana perkembangan Gojek, Tokopedia, MatahariMall.com, dan berbagai startup lainnya membangun bisnis dan ekosistem, tapi tidak lupa untuk tetap menerapkan offline activity.
Hermawan menuturkan, menghadapi AEC yang diperlukan adalah repositioning dan membuka luas segmen agar tidak kalah dengan “pendatang” dari berbagai negara ke Indonesia. “Driver Vietnam sudah siap untuk menjadi driver taksi di Jakarta, bahkan beberapa diantaranya menguasai bahasa Jawa.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar